Rangkuman kitab ips bab 1 kelas 9 k13
A. Letak dan Luas Benua Asia dan Benua Lainnya
Berapakah Sejumlah ahli geografi berbedapendapat tentang hal itu. Sebagian ahli geografi menyebutkan ada tujuh benuadi dunia, sedangkan sebagian lainnya menyatakan ada enam dan lima benua.Mereka yang menyebut ada tujuh benua membaginya atas Benua Asia, Eropa,Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia, dan Antartika. Merekayang menyebut enam benua membaginya atas Benua Eurasia (gabungan Eropadan Asia), Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia, dan Antartika.Mereka yang menyebut lima benua membaginya atas Eurasia (gabungan Eropadan Asia), Amerika, Afrika, Australia, dan Antartika. Ada pula yang membagi
menjadi lima benua tetapi tidak mengikutsertakan Antartika, sehingga benua
di dunia terdiri atas Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia.
1. Letak dan Luas Benua Asia
Benua Asia terletak pada 26º BT – 170ºBT dan 11º LS – 80º LU. Hampir seluruh wilayahnya berada di belahan bumi utara(BBU) .Batas Benua Asia ialah Samudra
Arktik di utara, Samudra Hindia di selatan,Benua Eropa, Pegunungan Ural, Laut
Kaspia, Laut Hitam, Selat Bosporus, SelatDardanella, Laut Tengah, Terusan Suez,dan Laut Merah di barat, serta dengan Selat Bering dan Samudra Pasifik di timur. Benua Asia merupakan benua terluas di permukaan bumi.
Luasnya mencapai 44.000.000 km2 atau seperempat luas wilayah daratan dunia atauempat setengah kali luas Benua Eropa. Wilayahnya membentang dari Turki dibagian barat sampai Rusia di bagian timur. Benua Asia juga meliputi Indonesia
di selatan sampai Rusia di utara mendekati kutub utara. Dibandingkan dengan
negara lainnya di Asia, maka Rusia adalah negara terluas di Benua Asia.
Benua Asia terbagi menjadi beberapa wilayah atau region yaitu Asia Barat
atau Asia Barat Daya (Asia Timur Tengah), Asia Tengah, Asia Timur, Asia
Selatan, Asia Tenggara dan Rusia. Masing-masing wilayah memiliki ciri
atau karakteristik yang membedakannya dengan wilayah lainnya. Pembagian
tersebut lebih didasari oleh perbedaan budaya dibandingkan aspek fisik
wilayah
2. Letak dan Luas Benua Amerika
Benua Amerika terletak pada 1700 BT–350 BB dan 830 LU–550 LS. Batas Benua Amerika ialah Samudra Arktik di utara, Laut Weddel, Samudra Atlantik, dan Samudra Pasifik di selatan, Samudra Atlantik di timur, serta Samudra Pasifik di barat. Benua Amerika merupakan benua terbesar kedua setelah Asia. Luas Benua Amerika mencapai 42.057.100 km2.
Secara geografis, Amerika terbagi atas empat kawasan atau region yakni
kawasan Amerika Selatan, Amerika Utara, Amerika Tengah dan Kepulauan
Karibia yang terletak di sekitar Amerika bagian tengah. Sejumlah ahli geografi
berpendapat bahwa Meksiko masuk ke dalam wilayah Amerika Tengah
3. Letak dan Luas Benua Eropa
Benua eropa aslinya satu daratan dengan benua eropa yang di batasi dengan pegunungan ural . umumnya Eropa dan Asia masing-masing dianggap sebagai benua.
Alasannya, kedua benua tersebut memiliki budaya yang berbeda. Benua Eropa terletak pada 90 BB–600 BT dan 350 LU–800 LU. Jika dilihat letaknya, Benua Eropa berada di luar wilayah tropis. Artinya, iklim di wilayah Benua Eropa adalah subtropis dan sedang. Karena posisinya, Benua Eropa mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin. Luas Benua Eropa mencapai 10.355.000 km2. Secara geografis, Benua Eropa berbatasan dengan Samudra Arktik di utara, Laut Tengah di selatan, Samudra Atlantik di barat, serta Asia di timur. Batas Benua Eropa dengan Benua Asia adalah Pegunungan Ural, dan Laut Kaspia.
Eropa terbagi atas empat kawasan atau region yakni kawasan Eropa
Barat, Eropa Timur, Eropa Selatan, dan Eropa Utara. Pembagian wilayah atau region tersebut lebih pada perbedaan kondisi geografis yang mencakup aspek fisik dan budaya. Pada saat ini pewilayahan semacam ini sudah mulai pudar dengan adanya ikatan secara ekonomi dan politik melalui lembaga Uni Eropa (European Union).
4. Letak dan Luas Benua Afrika
Afrika terletak pada 170 BB–520 BT dan 350 LU–340 LS. Ini berarti Benua Afrika dilewati garis khatulistiwa, sehingga sebagian wilayahnya beriklim tropis. Karena posisinya lintangnya, sebagian besar wilayah ini beriklim tropis kecuali bagian paling utara dan paling selatan. Di kedua wilayah tersebut, iklim mulai memasuki zona subtropis. Keadaan iklim tersebut disebabkan oleh wilayah yang sangat luas dan dipagari plato. Benua Afrika berbatasan dengan Laut Tengah di utara, Samudra Hindia di selatan dan timur, serta Samudra Atlantik di barat. Benua Afrika merupakan benua terbesar ketiga setelah Asia dan Amerika. Luas wilayah Afrika mencapai 30.290.000 km2. Secara geografis, Benua Afrika terbagi atas lima kawasan yaitu Afrika Utara, Afrika Timur, Afrika Barat, Afrika Tengah, dan AfrikaSelatan.
5 . Letak dan Luas Benua Australia
Australia terletak pada 1130 BT–1550 BT dan 100 LS–430 LS. Ini berarti ada bagian Australia yang memiliki iklim tropis, yaitu Australia bagian utara yang berdekatan dengan Indonesia. Sebagian wilayah lainnya beriklim subtropis dan sedang. Luas wilayah Benua Australia adalah 8.945.000 km2 dengan lebar sekitar 3.200 km dan panjang 3.700 km.
Berikut ini batas-batas geografis
wilayah Australia.
a. Sebelah utara berbatasan dengan
Laut Timor, Laut Arafuru, dan Selat Torres.
b. Sebelah timur berbatasan dengan
Samudra Pasifik, Laut Tasman,
dan Laut Coral. Sebelah selatan
berbatasan dengan Samudra Hindia.
c. Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia.
Australia terdiri atas delapan negara bagian yaitu Australia Utara, Australia
Selatan, Australia Barat, Victoria, New South Wales, dan Queensland,
Tasmania dan Daerah Khusus Ibukota. New South Wales merupakan negara
bagian paling tua dan paling banyak penduduknya. Negara bagian terluas
adalah Australia Barat. Victoria merupakan negara bagian terkecil dan terpadat
kedua.
B. Kondisi Alam Negara-Negara di Dunia
Setiap negara di dunia memiliki karakateristik sendiri yang berbeda dengan
negara lainnya, baik keadaan alamnya maupun keadaan penduduknya. Dalam
bagian ini kalian akan mempelajari keadaan alam beberapa negara di dunia,
baik di Benua Asia maupun benua lainnya. Keadaan alam yang dimaksud
adalah lokasi, iklim, bentuk muka bumi, geologi, flora dan fauna.
1. Jepang
a. Lokasi
Jepang terletak di barat laut Samudera Pasifik. Negara ini berbatasan di
sebelah barat dengan Korea Utara, Korea Selatan, dan Rusia. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Okhstosk. Di sebelah timur dengan Samudera Pasifik dan di sebelah sebelah selatan berbatasan dengan Laut China Timur dan Laut Filipina. Secara astronomis Jepang berada pada 300LU–470LU dan 1280BT–1460BT.
b. Iklim
Jepang memiliki iklim sedang dengan empat musim yaitu musim semi,
panas, gugur, dan dingin. Musim semi dimulai sekitar bulan Maret dan
ditandai dengan munculnya kuncul bunga plum. Setelah bunga plum berakhir,
kemudian muncul kuncup bunga sakura.
c. Bentuk Muka Bumi
Jepang memiliki wilayah dataran yang kecil yaitu sekitar 30 persen dari
luas wilayahnya. Sebagian besar atau 70-80 persen wilayahnya terdiri atas
pegunungan. Wilayah dataran terletak di sepanjang pantai. Dataran terbesar
dapat dijumpai di Dataran Kanto (wilayah Tokyo), Kinai Plain (Osaka-Kyoto),
Nobi (Nagoya), Echigo (Honshu), Sendai (Honshu Timur Laut). Selain itu,
ada pula dataran yang relatif kecil luasnya di Hokaido dan menjadi pusat
aktivitas penduduk.
d. Geologi
Jepang terletak di tepi bagian barat dari Samudera Pasifik. Daerah ini
merupakan bagian dari cincin api (ring of fire) yang terdiri atas banyak gunung
api. Setidaknya terdapat 192 gunung api tersebar di negara ini. Salah satu
diantaranya merupakan yang tertinggi di Jepang yaitu Gunung Fuji (3.776 m).
Karena banyaknya gunung api, maka sekitar 25% wilayah negara ini tertutup
lapisan vulkanik. Lempeng Benua Asia terangkat karena berat jenisnya lebih ringan, sehingga membentuk kepulauan Jepang. Pertemuan atau tumbukan kedua lempeng tersebut juga menimbulkan gejala gempa dan gunung api.
e. Flora dan Fauna
67% wilayah Jepang masih merupakan hutan. Beberapa jenis tumbuhan yang dapat dijumpai di antaranya adalah pohon ek, bambu, mapel, birch, beech, dan poplar. Hewan di
Jepang telah banyak berkurang. Dulu di negara ini dapat ditemukan babi hutan, monyet, srigala, dan rusa. Namun, kini jumlahnya terus berkurang
f. Kondisi Penduduk
Jepang memiliki penduduk sebesar 126,9 juta jiwa (WPDS, 2015).Walaupun jumlah penduduknya besar tetapi ada kecenderungan terus mengalami penurunan. Angka kelahiran di Jepang relatif rendah, sehingga terjadi penurunan jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk Jepang -0,1%, berarti setiap tahun terjadi penurunan jumlah penduduk sebesar 0,1%. Sementara itu, jumlah penduduk lanjut usia semakin besar jumlahnya karena
keadaan kesehatan yang lebih baik. Sebagian besar penduduk Jepang bekerja di luar sektor pertanian. Perkembangan industri yang pesat membuat sebagian besar penduduknya
bekerja di sektor industri. Penduduk Jepang terdiri atas beberapa etnik, tetapi yang dominan
adalah etnik Jepang yang mencapai 98,5%, Korea (0,5%, China 0,4%, dan lainnya 0,6%. Agama yang dianut terdiri atas Shinto (83,9%), Buddha (71,4%), Kristen (2%) dan lainnya (7,8%). Persentase totalnya mencapai lebih dari100% karena banyak penduduk Jepang yang menganut agama Shinto dan juga budha
2. Amerika Serikat
a. Lokasi
Amerika Serikat terletak pada 24033’LU-70023’LU dan 172027’-66051’
BB. Negara ini berbatasan dengan Kanada di sebelah utara, Samudra Pasifik
di sebelah barat, Samudra Atlantik di sebelah timur serta Meksiko, Teluk
Meksiko, dan Kuba di sebelah selatan. Amerika Serikat juga memiliki negara
bagian yang terpisah dari daratan utamanya yaitu Alaska yang terletak di barat
laut Kanada.
b. Iklim
Wilayah Amerika Serikat sangat luas, dan memiliki beberapa jenis iklim.
Iklim yang ada di negara tersebut terdiri atas iklim kontinental, iklim sedang,
iklim mediteran, iklim subtropik, dan iklim dingin/kutub (Alaska). Secara
umum, Amerika Serikat mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas,
gugur, dan dingin.
Suhu udara pada musim dingin dapat mencapai -300 C dan suhu pada musim
panas dapat mencapai 270C di kebanyakan wilayahnya. Pada bagian gurun
bisa mencapai 430C. Di Alaska, suhu udara lebih rendah karena letaknya dekat
kutub. Suhu di wilayah ini bisa mencapai -210C sampai -300C pada musim
dingin.
c. Bentuk Muka Bumi
Perhatikanlah peta Amerika Serikat. Tampak secara fisik wilayah Amerika
Serikat terdiri atas dua rangkaian pegunungan besar yaitu pegunungan Rocky
(Rocky Mountain) di bagian barat dan Pegunungan Appalachia di bagian
timur. Pegunungan Rocky memiliki beberapa puncak yang umumnya tidak
terlalu tinggi. Pegunungan Appalachia di bagian timur membentang hampir
sejajar Samudera Atlantik sejauh 2.400 km.
Sungai Mississippi (3.734 km) merupakan yang terpanjang kedua di AmerikaSerikat setelah Sungai Missouri (3.768 km). Di bagian utara yang berbatasan
dengan Kanada, terdapat sejumlah danau besar atau dikenal Great Lakes. Danau besar tersebut adalah Danau Michigan, Danau Huron, Danau Superior, Danau Erie, dan Danau Ontario.
d. Geologi
Amerika Serikat (AS) merupakan negara yang kaya akan sumber daya
geologi. Beberapa kekayaan alam tersebut adalah batu bara, minyak bumi,
tembaga, posfat, timah, dan besi. Kekayaan batu bara Amerika Serikat bahkan
mencapai seperlima atau 27 persen dari cadangan batu bara dunia. Beberapa
bahan tambang yang dihasilkan Amerika Serikat adalah uranium, bauksit,
emas, perak, merkuri, nikel, potash, besi, gas alam dan kayu-kayuan. Amerika
Serikat juga memiliki dataran yang sangat luas dan cukup subur. Dataran
tersebut banyak ditanami tanaman sereal, terutama jagung, dan dijadikan
daerah peternakan.
e. Flora dan Fauna
Pada saat bangsa Eropa datang ke Amerika Serikat, bagian timur negara
tersebut masih berupa hutan lebat. Di bagian utara atau di daerah pegunungan
banyak ditumbuhi pohon pinus. Di bagian tengah Amerika Serikat (Great
plains) terdapat padang rumput (prairie/steppa) yang sangat luas dari
perbatasan dengan Kanada di utara sampai sekitar teluk Meksiko di selatan.
Padang rumput tersebut berbatasan dengan gurun di bagian barat Amerika
Serikat. Di bagian tenggara dapat dijumpai hutan yang menggugurkan
daunnya setiap tahun (deciduous forest). Biasanya terdapat pohon mapel, elm,
dan ek (oak). Pohon-pohon konifer yang tinggi dan besar-besar (redwood)
banyak tumbuh di daerah pegunungan California.
Jenis fauna yang hidup di Amerika Serikat antara lain bison, antelop, dan
beruang di kawasan Midwest; domba dan rusa di kawasan pegunungan; puma
di pesisir pasifik; armadilo, selot, dan jaguar di kawasan barat daya; opossum,
aligator, buaya kardinal di kawasan selatan; dan karibu, beruang kutub, anjing
laut, serta paus di kawasan Alaska.
f. Keadaan Penduduk
Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia setelah China dan India yaitu mencapai 321,2 juta jiwa (WPDS, 2015). Penduduk aslinya adalah suku Indian yang menurut beberapa ahli
sejarah berasal dari Eurasia yang bermigrasi antara 65.000–25.000 tahun yang lalu. Migrasi terakhir terjadi sekitar 12.000 tahun yang lalu. Jumlah penduduk Indian sebelum kedatangan bangsa Eropa diperkirakan berkisar 2–8 juta jiwa.
Sebagaimanan negara maju lainnya, sebagian besar penduduk Amerika bekerja di luar sektor pertanian atau yang mengandalkan sumber dayaalam. Komposisi penduduk berdasarkan sektor pekerjaannya yaitu sektor manajerial, profesional, dan teknik (34,9%), penjualan dan perkantoran (25%),manufaktur, transportasi, dan keahlian (22,9%), sektor jasa lainnya (16,5%).Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya digeluti oleh sebagian kecil (0,7%) penduduknya (NationMaster, 2006).
3. Inggris
a. Lokasi
Inggris terletak pada 500 LU-600 LU dan 80 BB-20 BT. Posisinya berada
di Benua Eropa yang secara geografis berbatasan di utara dengan Samudra
Atlantik, di sebelah barat dengan Irlandia dan Samudra Atlantik, di sebelah
timur dengan Laut Utara, dan di sebelah selatan dengan Selat English Channel.
Luas wilayah Inggris mencapai 244.110 km2 meliputi wilayah England,
Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya.
Jarak dari utara sampai selatan wilayah Inggris mencapai 965 km dan jarak
dari timur ke barat mencapai 515 km.
b. Iklim
Karena posisi lintangnya, Inggris memiliki iklim sedang. Negara ini juga
dikelilingi lautan, sehingga memiliki iklim laut dengan ciri sejuk dan basah.
Karena itu, hampir sepanjang tahun Inggris mengalami hari-hari yang sejuk
dan dingin. Suhu udara tertinggi yang pernah tercatat mencapai 38,500 C pada
musim panas dan -26,100 C pada musim dingin. Walaupun demikian, rerata
suhu pada musim dingin antara 40–50C dan pada musim panas antara 120–
160C. Pantai barat bagian utara Inggris lebih hangat dibanding dengan wilayah
lainnya.
c. Bentuk Muka Bumi
Jika dilihat dari reliefnya, wilayah Inggris terbagi menjadi dua bagian,
yaitu wilayah yang bergunung-gunung di bagian utara dan dataran rendah
yang bergelombang di timur dan selatan. Perbedaan relief ini menunjukkan
adanya perbedaan usia batuan. Batuan berusia lebih tua berada di barat dan
utara, sedangkan batuan yang lebih muda berada di timur dan selatan.
d. Geologi
Inggris memiliki sumber daya geologi yang beragam, termasuk batu
bara yang sangat mendukung revolusi industri di Inggris. Selain itu, Inggris
juga memiliki sumber daya minyak bumi dan gas yang memasok kebutuhan
energinya selama abad ke-20. Energi panas bumi juga dimiliki Inggris dalam
jumlah terbatas. Beberapa sumber daya mineral yang tersedia di negara ini
adalah pasir dan kerikil untuk bangunan, logam, dan lempung.
e. Flora dan Fauna
Kegiatan pertanian dan industri di Inggris telah mengurangi luas area hutan alaminya. Akibatnya, sebagian flora dan fauna di Inggris telah berkurang populasinya dan bahkan beberapa di antaranya punah. Flora yang dapat dijumpai di Inggris adalah pohon ek dan elm, horse chestnut, spruce Norwegia, larch Jepang, dan fir Douglas. Fauna yang masih banya dijumpai adalah rusa merah Skoltlandia dan sekitar 400 burung termasuk rajawali emas dari Skotlandia dan belibis merah yang khas dari Inggris.
f. Kondisi Penduduk
Pada tahun 2015, penduduk Inggris mencapai 65,1 juta jiwa (WPDS,
2015). Angka pertumbuhan penduduknya hanya 0,4% atau tergolong rendah.
Sebagian besar tinggal di daerah perkotaan yang mencapai angka 80% dari
jumlah penduduknya. Kota London sebagai ibukota negara dihuni oleh sekitar
12% penduduk Inggris, sementara daerah bagian utara seperti Skotlandia,
Wales dan Irlandia Utara penduduknya jarang.
4. Australia
a. Lokasi
Lokasi Australia dapat kalian lihat pada pembahasan tentang Benua
Australia.
b. Iklim
Iklim di Australia bervariasi karena wilayahnya yang sangat luas. Australia
berada pada tiga wilayah lintang, yaitu wilayah lintang tropis, subtropis, dan
sedang. Wilayah Australia yang masuk lintang tropis berada pada 110LS-
23,50LS, lintang subtropis pada 23,50LS-350LS, dan wilayah lintang sedang
pada 350LS- 440LS. Dari arah tropis ke menuju lintang sedang suhu udaranya
terus menurun.
Wilayah Australia yang berada pada lintang tropis, suhu udaranya berkisar
antara 210C–270C. Curah hujan di wilayah tropis, khususnya yang dekat
dengan pantai jauh lebih besar dibandingkan daerah pedalamannya, paling
sedikit 1.000- 1.500 mm.
Di kawasan iklim lembap subtropis, suhu rata-rata tahunan antara 160C
dan 210 C. Rata-rata curah hujannya antara 500–1500 mm/tahun. Di kawasan
iklim sedang dan lembap, suhu tahunan berkisar antara 100C-160C. Curah
hujan bervariasi umumnya antara 250 – 1.000 mm/tahun.
Di samping iklim tersebut, terdapat iklim padang pasir. Sebagian pedalaman
Australia memiliki curah hujan yang sangat rendah, sehingga terdapat gurun
atau padang pasir yang sangat luas. Curah hujannya kurang dari 250 mm/
tahun, bahkan ada yang tidak hujan selama beberapa tahun. Suhu berkisar
antara 160C– 270C.
c. Bentuk Muka Bumi
Setidaknya terdapat empat bentukmukabumi di Australia, yaitu: DataranPantai (Coastal Plains), Dataran TinggiTimur (Eastern Highlands), DataranRendah Tengah (central lowlands) danPlato. Dataran pantai terdapat di bagian timur Australia yang memanjang dari Queensland sampai Victoria. Wilayah ini merupakan wilayah terpadat di Australia. Dataran Tinggi Timur atau disebut juga The Great Dividing Range terletak di bagian timur Australia. Wilayahnya memanjang sejauh 3.500 km dari Cape York Peninsula sampai Tasmania. Wilayah ini terdiri atas lembah atau jurang yang curam namun merupakan yang tersubur di Australia.
Wawasan
Dataran Rendah Tengah memiliki ciri sangat datar, ketinggian sekitar 200
m di atas permukaan laut, tersusun atas batuan berusia tua, sangat kering
dan sangat panas (memiliki gurun dan semi gurun). Dataran Rendah Tengah
meliputi 1/4 bagian dari Benua Australia.
d. Kondisi Geologi
Australia memiliki sejumlah potensi sumber daya alam seperti minyak dan
gas, bauksit, batu bara, bijih besi, intan, aluminium, tembaga, emas, mangan,
lithium, bijih mangan, posfat, nikel, vanadium, zinc, perak, dan uranium.
Produksi batu bara Australia merupakan yang terbesar kedua setelah Republik
Guinea dan urutan kelima di dunia sebagai produsen aluminium
e. Flora dan Fauna
Posisi geografis Australia yang terisolasi membuat negara ini memiliki keunikan flora dan faunanya. Sekitar 80persen dari tanaman bunga, mamalia,reptil, dan katak adalah khas Australia. Vegetasi yang umumnya ditemui di Australia adalah vegetasi yang telah beradaptasi dengan kondisi kering. Vegetasi yang dominan adalah rumput hummock yang umumnya berada di Australia Barat dan Australia Selatan dan Australia Utara. Pada wilayah Australia Timur, hutan eukaliptus lebih umum dijumpai. Di barat dapat dijumpai hutan akasia dan semak belukar.
Australia memiliki lebih dari 378 spesies mamalia, 828 spesies burung,
300 spesies kadal, 140 spesies ular, dan 2 spesies buaya. Beberapa yang
sangat terkenal dan menjadi simbol atau ikon Australia adalah kangguru,
wallabi, koala, dan setan tasmania (tasmanian devil). Selain itu, Australia juga
memiliki beberapa fauna asli seperti dingo, platypus, currawong, angsa hitam,
kookaburra, dan lybird. Fauna lainnya adalah ular yang banyak ditemukan
di Australia.
f. Kondisi Penduduk
Jumlah penduduk Australia mencapai 23,9 juta (WPDS, 2015) dengan angka pertumbuhan mencapai 1,15%. Jumlah penduduk Australia tersebut relatif kecil jika dibandingkan luas Australia yang sangat besar. Kepadatan penduduk Australia hanya 3,1 orang/km2. Sekitar 89% penduduknya tinggal di daerah perkotaan. Penduduk asli Australia adalah Suku Aborigin. Penduduk lainnya adalah pendatang dari berbagai negara dan benua. Rata-rata ada 393 pendatang atau imigran per hari ke Australia. Struktur penduduk Australia berdasarkan usia menunjukkan bahwa 18,3% penduduknya berada di bawah usia 15 tahun, 67,7% berusia 15-64 tahun dan 14% berusia 65 tahun atau lebih. Ini menunjukkan angka ketergantungan sebesar 20,7%.
5. Mesir
a. Lokasi
Mesir terletak pada 250BT- 360BT dan 220LU–320LU. Secara geografis, Mesir terletak di Afrika Utara dengan posisi sebagian negaranya menghadap Laut Mediterania dan Laut Merah. Negara ini berbatasan di utara dengan Laut Mediterania, di sebelah barat dengan Libya, di sebelah selatan berbatasan dengan Sudan, dan di sebelah timur dengan Laut Merah. Luas wilayah mencapai 1.500.000 km2.
b. Iklim
Mesir memiliki iklim subtropis dan gurun. Hanya ada dua musim utama di Mesir yaitu musim panas yang sangat panas (hot summer) dan musim dingin yang ringan (mild winter). Musim panas berlangsung dari Mei sampai Oktober, sedangkan musim dingin berlangsung dari November sampai April.
Di wilayah ini, pada musim dingin suhu udara berkisar antara
9,50C sampai 230C, sedangkan pada musim panas antara 170C sampai 320C. Di
daerah pedalaman Mesir suhu udara dapat mencapai lebih dari 400C ada siang
hari. Seperti di daerah gurun lainnya, suhu udara dapat berbeda jauh antara
siang dan malam. Di wilayah gurun, siang hari di musim panas suhunya dapat
mencapai 430C dan malam hari mencapai 70C, sedangkan pada musim dingin,
suhu siang hari mencapai sekitar 180C dan malam hari dapat mencapai 00C.
c. Bentuk Muka Bumi
Sebagian besar wilayah Mesir merupakan gumuk pasir (sand dunes) yang
terletak pada wilayah yang rendah antara gurun Bagian Barat dan Gurun
Lybia. Walaupun demikian ada beberapa bentuk muka bumi utama yang dapat
dijumpai di wilayah Mesir, yaitu:
1). Semenanjung Sinai
Semenanjung Sinai terletak di sebelah timur Terusan Suez dan berbatasan
dengan Israel. Semenanjung Sinai terdiri atas dataran tinggi dan
pegunungan.
2). Gurun Arabia
Daerah ini merupakan pegunungan yang kasar, sangat tandus dan
bergelombang. Posisinya terletak antara Sungai Nil dan Pegunungan di
tepi Laut Merah. Puncak tertingginya adalah Jabel Hemada (1977 m).
3). Gurun Libya
Gurun Libya merupakan sebuah permukaan daratan yang letaknya lebih
rendah dari permukaan laut (Depresi Kontinental). Posisi Gurun Libya
berada di sebelah barat dari Sungai Nil.
4). Lembah Sungai Nil
Lembah Sungai Nil merupakan dataran rendah yang sangat subur. Karena
itu, lembah Sungai Nil menjadi pusat aktivitas pertanian, penduduk,
sumber air bersih dan irigasi. Sekitar 98 persen penduduk Mesir tinggal
di Lembah Sungai Nil. Sungai Nil memiliki panjang 5.600 km dan
menjadikannya sebagai sungai terpanjang di dunia.
d. Geologi
Mesir memiliki sumber daya alam berupa minyak dan gas, bijih besi,
posfat, mangan, lempung, gipsum, talk, asbes, timah, emas, dan zinc. Gurun
Mesir menyediakan pasokan garam yang berlimpah.
e. Flora dan Fauna
Mesir tidak memiliki hutan. Flora yang umumnya tumbuh di Mesir
merupakan pohon daerah kering tropis dan subtropis seperti pohon lontar
(papyrus), palma, kayu putih (eucalyptus), akasia, dan semacam pohon cemara
(cypress). Fauna yang umum dijumpai adalah domba, unta, dan keledai. Selain
itu, Mesir memiliki sekitar 300 jenis burung. Hanya sedikit ditemui binatang
liar seperti Hiena, Jakal, Lynx, luwak, dan babi liar. Sejenis kambing hutan
dapat dijumpai di Sinai. Reptil berupa buaya dan ular juga dapat dijumpai
dilembah Sungai Nil. Selain itu, berbagai jenis ikan dapat dijumpai di
Sungai Nil.
f. Penduduk
Jumah penduduk Mesir mencapai 89,1 juta jiwa (WPDS, 2015). Sekitar
43 persen penduduknya tinggal di daerah perkotaan dan sekitar 2/3 dari
penduduk tinggal di daerah delta dan lembah sungai yang subur. Para petani
tradisional Mesir disebut felllahin. Penduduk Mesir dapat dibedakan menjadi
tiga kelompok utama, yaitu:
1. Orang Nubian dengan ciri kulit hitam, umumnya ada di selatan
2. Orang Hamit dengan ciri kulit putih dan merupakan pendiri Mesir kuno
3. Orang Arab
Sebagian besar (90%) penduduk mesir beragama Islam, sisanya sekitar
10% beragama Kristen. Karena itu, konstitusi Mesir berdasarkan pada hukum
Islam.
C. Dinamika Penduduk Benua-benua di Dunia
1. Dinamika Penduduk Asia
Berdasarkan data World Population Data Sheet (WPDS), pada tahun 2005 jumlah penduduk Asia mencapai 3.921.000.000 jiwa. Jumlah tersebut bertambah menjadi 4.397.000.000 pada tahun 2015. Ini berarti penduduk Asia bertambah sebesar 476 juta jiwa dalam kurun waktu 10 tahun. Penduduk Asia tersebar tidak merata. Beberapa negara di Asia merupakan negara dengan penduduk terbesar di dunia, seperti China, India, dan Indonesia. Wilayah dengan jumlah dan kepadatan penduduk tinggi terlihat di Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan. Wilayah pedalaman Asia relatif lebih jarang penduduknya.
Dilihat dari komposisi berdasarkan usia, sebesar 25 persen penduduk Asia
berusia di bawah usia 15 tahun dan sebesar 8 persen berusia 65 ke atas.
Penduduk Asia berusia antara 15 sampai 65 tahun sebesar 67 persen. Ini
berarti sebagian besar penduduk Asia tergolong usia produktif. Penduduk usia
produktif adalah penduduk berusia antara 15 sampai 65 tahun (WPDS, 2015).
Laju pertumbuhan penduduk Asia mencapai 1.5% per tahun. Walaupun
begitu, persebaran dan pertumbuhan-penduduknya tidak merata di setiap
kawasan. Contoh, Yaman, Suriah, Arab Saudi, Laos, dan Yordania merupakan
negara-negara dengan pertumbuhan tinggi, yaitu di atas 2,5%.
Penduduk Asia memiliki kualitas yang dapat dilihat dengan menggunakan
ukuran Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia
(IPM). Human Development Index (HDI) merupakan gabungan dari indikator
Angka Harapan Hidup sejak Lahir (Life Expectancy at Birth), pendidikan, dan
pendapatan per kapita. Jika suatu negara memiliki skor HDI yang tinggi, maka
penduduk negara tersebut menunjukkan angka harapan hidup yang lebih
panjang, lama pendidikan yang lebih lama (rata-rata pendidikannya tinggi),
dan pendapatan per kapita yang lebih tinggi.
Dilihat dari komposisi berdasarkan ras, penduduk di Benua Asia terdiri atas
tiga ras utama yaitu Ras Mongoloid, Ras Kaukasoid, dan Ras Negroid. Tipe
ras tersebut telah bercampur baur sehingga mengalami proses asimilasi antara
satu dan lainnya. Dalam wilayah tertentu masih terdapat ras yang dominan
sebagai berikut.
a. Asia Utara dan Asia Tengah mayoritas adalah ras Kaukasoid atau ras
Europoid.
b. Asia Timur dan Asia Tenggara sebagian besar adalah ras Mongoloid.
c. Asia Selatan bagian tengah didominasi ras Kaukasoid.
d. Asia Selatan bagian selatan didominasi ras Negroid, misalnya suku bangsa
Dravida di India Selatan dan Srilanka.
e. Asia Barat (Timur Tengah) bagian selatan, khususnya negara-negara di
Semenanjung Arab (Yaman, Oman), didominasi ras Negroid.
f. Asia Kecil, Asia Barat (Timur Tengah) bagian utara didominasi ras
Kaukasoid/Europo id dan ras Negroid.
Asia memiliki budaya yang sangat beragam. Asia merupakan tempat
lahirnya agama-agama besar di dunia, seperti Hindu, Sikh, konfusianisme,
Taoisme, Shinto, Buddha, Islam, Kristen, dan Yahudi (Judaism). Agamaagama
yang lahir di Asia kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Asia dan
dunia.
Selain agama, Benua Asia juga memiliki banyak bahasa. Kebanyakan negara
di Asia memiliki lebih dari satu bahasa asli atau pribumi. Sebagai contoh, di Indonesia terdapat sekitar 600 bahasa asli atau daerah, Filipina terdaat 100 bahasa daerah dan 1.683 bahasa asli atau daerah di India.
2. Dinamika Penduduk Amerika
Penduduk Benua Amerika pada tahun 2005 mencapai angka 888.000.000 jiwa sedangkan pada tahun 2015 mencapai 987.000.000 jiwa. Ini berarti terjadi pertambahan penduduk sebesar 99.000.000 jiwa dalam kurun waktu 10 tahun. Laju
pertumbuhan penduduk Benua Amerika tergolong rendah, yakni 0,9% per tahun.
Konsentrasi penduduk Amerika berada di bagian timur dan barat Amerika Serikat, Amerika Tengah dan Karibia, serta bagian barat dan timur Amerika Selatan. Bagian tengah Benua Amerika umumnya lebih rendah kepadatan penduduknya. Demikian halnya dengan wilayah paling utara dan paling selatan. Kedua wilayah tersebut mendekati kutub utara dan
kutub selatan.
Komposisi penduduk Amerika berdasarkan usia menunjukkan bahwa
sebesar 24 persen dari penduduknya berusia kurang dari 15 tahun dan sekitar 10
persen berusia 65 tahun atau lebih. Ini berarti sebesar 34 persen penduduknya
termasuk penduduk usia tidak produktif. Selebihnya atau sebesar 66 persen
merupakan penduduk usia produktif.
Benua Amerika memiliki kualitas penduduk yang bervariasi. Negara yang
memiliki kualitas penduduk yang tinggi di antaranya adalah Amerika Serikat,
Kanada, Argentina, dan Chile. Negara dengan kualitas penduduk yang tinggi
adalah Meksiko, Brazil, dan sejumlah negara Amerika Latin lain. Negara
dengan kualitas penduduk sedang adalah Paraguay, Bolivia.
Suku Indian merupakan peduduk asli Amerika. Namun jumlah mereka
terus menyusut karena terdesak perkembangan orang-orang kulit putih yang
berdatangan ke Amerika sejak abad ke-15. Penduduk asli lainnya adalah suku
Eskimo. Penduduk pendatang berasal dari berbagai benua yang terdiri atas
tiga ras utama, yaitu Ras Negroid dari Afrika, ras Mongolia dari Asia, dan ras
Kaukasoid yang berkulit putih dari Eropa. Dalam perkembangannya penduduk
pendatang dan penduduk asli saling berbaur hidup bersama sehingga dapat
dijumpai adanya penduduk campuran.
Budaya Amerika dapat dibedakan secara umum menjadi:
1) Amerika Utara
terdiri atas Amerika Serikat dan Kanada. Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan budaya yang sangat beragam. Budayanya dibentuk oleh budaya asli Amerika, Amerika Latin, Afrika dan Asia. Bahkan, budaya Amerika mempengaruhi budaya diwilayah lainnya di dunia. Bahasa utama yang digunakan penduduknya adalah
Bahasa Inggris. Walaupun demikian, penduduk Amerika menggunakan juga
Bahasa Spanyol, Mandarin, Perancis, dan Jerman. Bahkan, Biro Sensus
Amerika memperkirakan lebih dari 300 bahasa digunakan di Amerika Serikat.
Amerika Utara terdiri atas Amerika Serikat danKanada. Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan budaya yang sangat beragam. Budayanya dibentuk oleh budaya asli Amerika, Amerika Latin, Afrika dan Asia. Bahkan, budaya Amerika mempengaruhi budaya di wilayah lainnya di dunia. Bahasa utama yang digunakan penduduknya adalah Bahasa Inggris. Walaupun demikian, penduduk Amerika menggunakan juga Bahasa Spanyol, Mandarin, Perancis, dan Jerman. Bahkan, Biro Sensus Amerika memperkirakan lebih dari 300 bahasa digunakan di Amerika Serikat.
2)Amerika Selatan
atau Amerika Latin. Beberapa budaya menunjukkan adanya perbedaan.
Dilihat dari agamanya, penduduk Amerika Selatan didominasi oleh agama
Katolik Roma. Selebihnya menganut agama Kristen Protestan, Hindu, Islam,
Animisme dan Shamanisme. Bahasa Portugis dan Spanyol merupakan bahasa
utama di Amerika Selatan. Selain itu, terdapat pula bahasa lainnya, seperti
Aymara di Bolivia, Wayuu di Venezuela dan Kolombia, dan beberapa bahasa
lainnya. Musik dan tari juga menjadi ciri budaya Amerika Selatan terutama
tarian Samba dari Brazil, Tango dari Argentina dan Uruguay, dan Cumbia dari
Colombia.
3. Dinamika Penduduk Eropa
Pada tahun 2005 jumlah penduduk Eropa mencapai 730.000.000 jiwa. Pada tahun 2015, angka tersebut bertambah menjadi 742.000.000 jiwa. Ini berarti terjadi penambahan sebesar 12.000.000 jiwa dalam kurun waktu 10 tahun.
Pertambahan penduduk Eropa yang relatif lebih rendah tidak lepas dari angka kelahiran yang lebih kecil dari dua benua sebelumnya, yaitu Amerika dan Asia. Angka kelahiran hanya 11 jiwa per 1.000 penduduk dan angka kematian juga sama yaitu 11 kematian tiap 1.000 penduduk. Bertambahnya penduduk Eropa disumbang dari migrasi masuk ke Eropa dari benua lainnya. Laju pertumbuhan penduduk Eropa sangat rendah bahkan kurang dari 1%, yaitu hanya 0,2% per tahun. Penduduk Eropa tersebar di sejumlah wilayah. Umumnya konsentrasi penduduk berada di Eropa Utara, Selatan, dan Barat. Konsentrasi penduduk tampak pada kota-kota besar dan sekitarnya, seperti Amsterdam, Brussel, London, Madrid, dan Warsawa. Di Jerman, konsentrasi penduduk tidak hanya
sekitar pantai tetapi juga sampai pedalaman mengingat banyak kota dan
industri yang dibangun sampai ke daerah pedalaman benua. Demikian halnya
dengan Kota Madrid yang berada jauh di pedalaman, memiliki konsentrasi
penduduk yang tinggi.
Penduduk Eropa menunjukkan bahwa sebesar 16 persen kurang dari
15 tahun dan sebesar 17 persen berusia 65 tahun atau lebih. Ini berarti 33
persen penduduk Eropa termasuk kategori tidak produktif. Sebesar 67 persen
penduduknya berusia antara 15 tahun sampai 65 tahun dan termasuk penduduk
kelompok produktif.
Penduduk Eropa umumnya memiliki kualitas hidup sangat tinggi dan
tinggi. Negara di Eropa dengan kualitas penduduk sangat tinggi umumnya
berada di Eropa Barat, Utara, dan Selatan, sedangkan untuk Eropa timur
kualitasnya tergolong tinggi. Negara dengan kualitas penduduk sangat tinggi
di antaranya Inggris, Jerman, Perancis, dan Spanyol. Negara dengan kualitas
penduduk tinggi di antaranya adalah Rumania, Ukraina, dan Bulgaria.
Penduduk Eropa sangat beragam, namun sebagian besar penduduknya
termasuk keturunan induk bangsa Kaukasoid yang terbagi menjadi beberapa
suku bangsa. Berdasarkan ras dan ciri fisiknya, penduduk Eropa dikelompokkan
menjadi lima suku bangsa, yaitu sebagai berikut.
a. Bangsa Nordik, ciri fisik suku bangsa ini memiliki rambut pirang, mata
biru, tengkorak panjang, dan muka sempit. Mereka banyak tinggal di
Eropa Barat dan Eropa Utara, yaitu Norwegia, Inggris, Denmark, Belanda,
Swedia, Belgia, dan Jerman bagian utara.
b. Bangsa Alpen, ciri fisik memiliki rambut hitam, mata hitam, tengkorak
lebar, dan tidak terlalu tinggi. Suku bangsa ini banyak terdapat di Eropa
Tengah dan Eropa Selatan, yaitu Perancis, Swiss, Polandia, Austria, dan
Jerman bagian selatan.
c. Bangsa Mediteran, ciri fisik memiliki rambut hitam, mata hitam, badan
dan tengkorak menyerupai bangsa Nordik, terdapat di kawasan Eropa
Selatan, yaitu Yunani, Italia, Portugis, dan Spanyol.
d. Bangsa Slavia, ciri fisik menyerupai bangsa Alpen. Mereka banyak tinggal
di Eropa Timur yaitu Kroasia, Bulgaria, Serbia, Montonegro, Ceko, Rusia,
Ukraina, dan Slovakia.
e. Bangsa Dinarik, ciri memiliki rambut gelap dan banyak terdapat di
Rumania.
Penduduk Eropa menganut beragam agama. Agama dengan jumlah pemeluk
terbanyak ialah Katolik Roma tersebar di Perancis, Spanyol, Portugal, Italia,
Irlandia, Belgia, Jerman bagian selatan, dan Polandia. Kelompok terbesar
kedua ialah Kristen Protestan yang sebagian besar berada di negara-negara
Eropa Utara dan Eropa Tengah seperti Inggris, Skotlandia, Jerman bagian
utara, Belanda, dan negara-negara Skandinavia. Kelompok terbesar ketiga
adalah pemeluk Kristen Ortodoks yang umumnya tinggal di Rusia, Ukraina,
Belarusia, Yunani, Bulgaria, Rumania, serta Serbia dan Montenegro.
Hampir di setiap negara Eropa terdapat banyak komunitas pemeluk Yahudi
dengan jumlah terbanyak di Rusia. Agama Islam banyak dianut oleh penduduk
Eropa Timur. Di Bosnia dan Albania, Islam merupakan agama dengan jumlah
pemeluk terbanyak, sedangkan di negara Jerman, Perancis, dan Belanda, Islam
menjadi agama dengan jumlah pemeluk terbanyak kedua.
Benua Eropa memiliki banyak ragam bahasa dan kebanyakan negara
memiliki setidaknya satu bahasa resmi. Bahasa Inggris merupakan bahasa di
Eropa yang kemudian menjadi bahasa internasional. Namun, masing-masing
negara di Eropa memiliki bahasanya sendiri.
Selain bahasa, Eropa memiliki ragam budaya dalam bentuk seni dan
makanan. Karya seni masyarakat Eropa telah lama berkembang, bahkan
sejak zaman prasejarah dalam bentuk lukisan gua dan lukisan batu. Periode
berikutnya adalah periode Klasik, Bizantium, Abad Pertengahan, Gotik,
Renaisance, Barok, Rokoko, Neoklasik, Modern, dan Paskamodern. Sumber
budaya Eropa adalah Yunani dan Romawi. Dalam bidang ilmu pengetahuan,
Eropa sangat terkemuka, khususnya bidang filsafat.
4. Dinamika Penduduk Afrika
Pada tahun 2015, jumlah penduduk Afrika mencapai 1.171.000.000 jiwa
(WPDS, 2015). Angka tersebut bertambah sebesar 265.000.000 jiwa dari
jumlah penduduk tahun 2005 yang berjumlah 906.000.000 jiwa.
Besarnya angka pertambahan penduduk tersebut tidak lepas dari tingginya
angka kelahiran di Afrika yang mencapai angka 36 tiap 1000 penduduk. Angka
kematian penduduk Afrika juga besar yaitu mencapai 10 jiwa tiap 1.000 penduduk. Namun, angka kematian tersebut jauh di bawah angka kelahiran.
Sebaran penduduk Benua Afrika juga tidak merata. Wilayah tertentu hampir tidak berpenghuni yaitu di wilayah gurun. Wilayah dengan kepadatan tinggi terdapat di bagian utara Afrika Utara, sebagian Afrika Barat, bagian timur Afrika Selatan, sepanjang lembah Sungai Nil dan seterusnya. Wilayah dengan kepadatan rendah terdapat di Gurun Sahara dan bagian tengah Tengah Afrika.
Kualitas penduduk Afrika umumnya relatif rendah. Berdasarkan kriteria
Human Development Index (HDI), tidak ada satu negara pun yang memiliki
kualitas penduduk yang tergolong sangat tinggi (lihat Gambar 1.39). Beberapa
negara memiliki kualitas penduduk yang tinggi seperti Aljazair dan Tunisia.
Negara yang kualitas penduduknya tergolong sedang antara lain Mesir, Afrika
Selatan, dan Namibia. Negara dengan kualias penduduk rendah di antaranya
adalah Sudan, Ethiopia, Kenya, dan Chad.
Secara garis besar penduduk Afrika digolongkan menjadi
empat kelompok besar sebagai berikut.
a. Ras Negro yang mendiami sebelah selatan Gurun Sahara merupakan
penduduk mayoritas. Ras negro ini terdiri atas beberapa suku bangsa
seperti Suku Masai, Suku Kikuyu, Suku Zulu, Suku Sudan, dan Suku
Bantu.
b. Ras Kaukasoid dari keturunan Arab yang mendiami Afrika Utara. Ras
ini terdapat di sepanjang pantai Laut Tengah dan terdiri atas dua suku
bangsa yaitu suku bangsa Semit dan suku bangsa Hamid.
c. Ras Kaukasoid dari keturunan Eropa dengan kulit putih, keturunan
Eropa ini jumlahnya sedikit dan banyak tinggal di Afrika Selatan.
d. Suku pribumi merupakan penduduk asli yang banyak tinggal di
daerah-daerah pedalaman. Suku pribumi terdiri atas Suku Pygmy di
hutan Kongo, Suku Bushman di Gurun Kalahari, dan Suku Hottentot di
Afrika Selatan.
Seperti halnya benua Asia dan benua lainnya, Benua Afrika juga memiliki
budaya yang sangat beragam. Keragaman tersebut tidak hanya terlihat
antarnegara tetapi dalam suatu negara. Bersamaan dengan masuknya imigran
dari Arab, budaya Afrika kemudian berkembang. Demikian halnya dengan
masuknya budaya Eropa.
Penduduk Afrika menganut beragam agama. Di kawasan Afrika Barat
dan Utara, Islam menjadi agama yang dominan. Di kawasan Afrika Selatan,
jumlah pemeluk agama Kristen lebih banyak dibandingkan Islam dan Hindu.
Di kawasan Afrika Tengah, jumlah terbanyak ialah penganut kepercayaan
animisme. Adapun di kawasan Afrika Timur, penganut Islam dan kepercayaan
animisme hampir sama banyaknya. Agama lain yang dianut oleh penduduk
Afrika ialah Yahudi, dan Katolik Roma.
Budaya Afrika dapat dilihat dalam wujud seni, bahasa, dan agama. Karya
seni dapat berupa ukiran kayu, kerajinan dari kulit, dan alat musik. Kerajinan
patung biasanya menggunakan tema pasangan laki dan perempuan, perempuan
dan anaknya, laki-laki dengan senjata dan binatang dan orang asing. Musik
dan tari penduduk asli Afrika yang menggunakan tradisi lisan yang berbeda
dengan musik dan tari dari penduduk pendatang dari Arab. Penduduk asli,
khususnya di wilayah sub Sahara menekankan pada nyanyian karena nyanyian
berfungsi sebagai cara komunikasi. Dalam perkembangannya, budaya barat
juga mempengaruhi budaya Afrika.
Benua Afrika memiliki keragaman bahasa yang sangat tinggi. Namun
terdapat bahasa utama yang digunakan yaitu Arab, Swahili, dan Hausa.
Diperkirakan jumlah bahasa yang digunakan mencapai 1.500-2.000 bahasa.
Dari jumlah tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
a. Afro-Asiatika, meliputi Afrika bagian utara, jumlahnya sekitar 200
bahasa.
b. Nilo-Saharan, mencakup wilayah Tengah dan Timur Afrika, jumlahnya
mencapai sekitar 140 bahasa.
c. Congo-Saharan (Niger-Congo), mencakup dua pertiga Afrika sebagai
cabang utama Niger-Congo, jumlahnya mencapai 1000 bahasa dengan
200 juta penutur. Bahasa Bantu di Tengah, Selatan dan Timur Afrika
membentuk sub-kelompok dari cabang Niger-Congo.
d. Khoisan, mencakup bagian barat Afrika Selatan, jumlahnya sekitar 30
bahasa.
Berapakah Sejumlah ahli geografi berbedapendapat tentang hal itu. Sebagian ahli geografi menyebutkan ada tujuh benuadi dunia, sedangkan sebagian lainnya menyatakan ada enam dan lima benua.Mereka yang menyebut ada tujuh benua membaginya atas Benua Asia, Eropa,Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia, dan Antartika. Merekayang menyebut enam benua membaginya atas Benua Eurasia (gabungan Eropadan Asia), Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Australia, dan Antartika.Mereka yang menyebut lima benua membaginya atas Eurasia (gabungan Eropadan Asia), Amerika, Afrika, Australia, dan Antartika. Ada pula yang membagi
menjadi lima benua tetapi tidak mengikutsertakan Antartika, sehingga benua
di dunia terdiri atas Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia.
1. Letak dan Luas Benua Asia
Benua Asia terletak pada 26º BT – 170ºBT dan 11º LS – 80º LU. Hampir seluruh wilayahnya berada di belahan bumi utara(BBU) .Batas Benua Asia ialah Samudra
Arktik di utara, Samudra Hindia di selatan,Benua Eropa, Pegunungan Ural, Laut
Kaspia, Laut Hitam, Selat Bosporus, SelatDardanella, Laut Tengah, Terusan Suez,dan Laut Merah di barat, serta dengan Selat Bering dan Samudra Pasifik di timur. Benua Asia merupakan benua terluas di permukaan bumi.
Luasnya mencapai 44.000.000 km2 atau seperempat luas wilayah daratan dunia atauempat setengah kali luas Benua Eropa. Wilayahnya membentang dari Turki dibagian barat sampai Rusia di bagian timur. Benua Asia juga meliputi Indonesia
di selatan sampai Rusia di utara mendekati kutub utara. Dibandingkan dengan
negara lainnya di Asia, maka Rusia adalah negara terluas di Benua Asia.
Benua Asia terbagi menjadi beberapa wilayah atau region yaitu Asia Barat
atau Asia Barat Daya (Asia Timur Tengah), Asia Tengah, Asia Timur, Asia
Selatan, Asia Tenggara dan Rusia. Masing-masing wilayah memiliki ciri
atau karakteristik yang membedakannya dengan wilayah lainnya. Pembagian
tersebut lebih didasari oleh perbedaan budaya dibandingkan aspek fisik
wilayah
2. Letak dan Luas Benua Amerika
Benua Amerika terletak pada 1700 BT–350 BB dan 830 LU–550 LS. Batas Benua Amerika ialah Samudra Arktik di utara, Laut Weddel, Samudra Atlantik, dan Samudra Pasifik di selatan, Samudra Atlantik di timur, serta Samudra Pasifik di barat. Benua Amerika merupakan benua terbesar kedua setelah Asia. Luas Benua Amerika mencapai 42.057.100 km2.
Secara geografis, Amerika terbagi atas empat kawasan atau region yakni
kawasan Amerika Selatan, Amerika Utara, Amerika Tengah dan Kepulauan
Karibia yang terletak di sekitar Amerika bagian tengah. Sejumlah ahli geografi
berpendapat bahwa Meksiko masuk ke dalam wilayah Amerika Tengah
3. Letak dan Luas Benua Eropa
Benua eropa aslinya satu daratan dengan benua eropa yang di batasi dengan pegunungan ural . umumnya Eropa dan Asia masing-masing dianggap sebagai benua.
Alasannya, kedua benua tersebut memiliki budaya yang berbeda. Benua Eropa terletak pada 90 BB–600 BT dan 350 LU–800 LU. Jika dilihat letaknya, Benua Eropa berada di luar wilayah tropis. Artinya, iklim di wilayah Benua Eropa adalah subtropis dan sedang. Karena posisinya, Benua Eropa mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas, gugur, dan dingin. Luas Benua Eropa mencapai 10.355.000 km2. Secara geografis, Benua Eropa berbatasan dengan Samudra Arktik di utara, Laut Tengah di selatan, Samudra Atlantik di barat, serta Asia di timur. Batas Benua Eropa dengan Benua Asia adalah Pegunungan Ural, dan Laut Kaspia.
Eropa terbagi atas empat kawasan atau region yakni kawasan Eropa
Barat, Eropa Timur, Eropa Selatan, dan Eropa Utara. Pembagian wilayah atau region tersebut lebih pada perbedaan kondisi geografis yang mencakup aspek fisik dan budaya. Pada saat ini pewilayahan semacam ini sudah mulai pudar dengan adanya ikatan secara ekonomi dan politik melalui lembaga Uni Eropa (European Union).
4. Letak dan Luas Benua Afrika
Afrika terletak pada 170 BB–520 BT dan 350 LU–340 LS. Ini berarti Benua Afrika dilewati garis khatulistiwa, sehingga sebagian wilayahnya beriklim tropis. Karena posisinya lintangnya, sebagian besar wilayah ini beriklim tropis kecuali bagian paling utara dan paling selatan. Di kedua wilayah tersebut, iklim mulai memasuki zona subtropis. Keadaan iklim tersebut disebabkan oleh wilayah yang sangat luas dan dipagari plato. Benua Afrika berbatasan dengan Laut Tengah di utara, Samudra Hindia di selatan dan timur, serta Samudra Atlantik di barat. Benua Afrika merupakan benua terbesar ketiga setelah Asia dan Amerika. Luas wilayah Afrika mencapai 30.290.000 km2. Secara geografis, Benua Afrika terbagi atas lima kawasan yaitu Afrika Utara, Afrika Timur, Afrika Barat, Afrika Tengah, dan AfrikaSelatan.
5 . Letak dan Luas Benua Australia
Australia terletak pada 1130 BT–1550 BT dan 100 LS–430 LS. Ini berarti ada bagian Australia yang memiliki iklim tropis, yaitu Australia bagian utara yang berdekatan dengan Indonesia. Sebagian wilayah lainnya beriklim subtropis dan sedang. Luas wilayah Benua Australia adalah 8.945.000 km2 dengan lebar sekitar 3.200 km dan panjang 3.700 km.
Berikut ini batas-batas geografis
wilayah Australia.
a. Sebelah utara berbatasan dengan
Laut Timor, Laut Arafuru, dan Selat Torres.
b. Sebelah timur berbatasan dengan
Samudra Pasifik, Laut Tasman,
dan Laut Coral. Sebelah selatan
berbatasan dengan Samudra Hindia.
c. Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Hindia.
Australia terdiri atas delapan negara bagian yaitu Australia Utara, Australia
Selatan, Australia Barat, Victoria, New South Wales, dan Queensland,
Tasmania dan Daerah Khusus Ibukota. New South Wales merupakan negara
bagian paling tua dan paling banyak penduduknya. Negara bagian terluas
adalah Australia Barat. Victoria merupakan negara bagian terkecil dan terpadat
kedua.
B. Kondisi Alam Negara-Negara di Dunia
Setiap negara di dunia memiliki karakateristik sendiri yang berbeda dengan
negara lainnya, baik keadaan alamnya maupun keadaan penduduknya. Dalam
bagian ini kalian akan mempelajari keadaan alam beberapa negara di dunia,
baik di Benua Asia maupun benua lainnya. Keadaan alam yang dimaksud
adalah lokasi, iklim, bentuk muka bumi, geologi, flora dan fauna.
1. Jepang
a. Lokasi
Jepang terletak di barat laut Samudera Pasifik. Negara ini berbatasan di
sebelah barat dengan Korea Utara, Korea Selatan, dan Rusia. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Okhstosk. Di sebelah timur dengan Samudera Pasifik dan di sebelah sebelah selatan berbatasan dengan Laut China Timur dan Laut Filipina. Secara astronomis Jepang berada pada 300LU–470LU dan 1280BT–1460BT.
b. Iklim
Jepang memiliki iklim sedang dengan empat musim yaitu musim semi,
panas, gugur, dan dingin. Musim semi dimulai sekitar bulan Maret dan
ditandai dengan munculnya kuncul bunga plum. Setelah bunga plum berakhir,
kemudian muncul kuncup bunga sakura.
c. Bentuk Muka Bumi
Jepang memiliki wilayah dataran yang kecil yaitu sekitar 30 persen dari
luas wilayahnya. Sebagian besar atau 70-80 persen wilayahnya terdiri atas
pegunungan. Wilayah dataran terletak di sepanjang pantai. Dataran terbesar
dapat dijumpai di Dataran Kanto (wilayah Tokyo), Kinai Plain (Osaka-Kyoto),
Nobi (Nagoya), Echigo (Honshu), Sendai (Honshu Timur Laut). Selain itu,
ada pula dataran yang relatif kecil luasnya di Hokaido dan menjadi pusat
aktivitas penduduk.
d. Geologi
Jepang terletak di tepi bagian barat dari Samudera Pasifik. Daerah ini
merupakan bagian dari cincin api (ring of fire) yang terdiri atas banyak gunung
api. Setidaknya terdapat 192 gunung api tersebar di negara ini. Salah satu
diantaranya merupakan yang tertinggi di Jepang yaitu Gunung Fuji (3.776 m).
Karena banyaknya gunung api, maka sekitar 25% wilayah negara ini tertutup
lapisan vulkanik. Lempeng Benua Asia terangkat karena berat jenisnya lebih ringan, sehingga membentuk kepulauan Jepang. Pertemuan atau tumbukan kedua lempeng tersebut juga menimbulkan gejala gempa dan gunung api.
e. Flora dan Fauna
67% wilayah Jepang masih merupakan hutan. Beberapa jenis tumbuhan yang dapat dijumpai di antaranya adalah pohon ek, bambu, mapel, birch, beech, dan poplar. Hewan di
Jepang telah banyak berkurang. Dulu di negara ini dapat ditemukan babi hutan, monyet, srigala, dan rusa. Namun, kini jumlahnya terus berkurang
f. Kondisi Penduduk
Jepang memiliki penduduk sebesar 126,9 juta jiwa (WPDS, 2015).Walaupun jumlah penduduknya besar tetapi ada kecenderungan terus mengalami penurunan. Angka kelahiran di Jepang relatif rendah, sehingga terjadi penurunan jumlah penduduk. Pertumbuhan penduduk Jepang -0,1%, berarti setiap tahun terjadi penurunan jumlah penduduk sebesar 0,1%. Sementara itu, jumlah penduduk lanjut usia semakin besar jumlahnya karena
keadaan kesehatan yang lebih baik. Sebagian besar penduduk Jepang bekerja di luar sektor pertanian. Perkembangan industri yang pesat membuat sebagian besar penduduknya
bekerja di sektor industri. Penduduk Jepang terdiri atas beberapa etnik, tetapi yang dominan
adalah etnik Jepang yang mencapai 98,5%, Korea (0,5%, China 0,4%, dan lainnya 0,6%. Agama yang dianut terdiri atas Shinto (83,9%), Buddha (71,4%), Kristen (2%) dan lainnya (7,8%). Persentase totalnya mencapai lebih dari100% karena banyak penduduk Jepang yang menganut agama Shinto dan juga budha
2. Amerika Serikat
a. Lokasi
Amerika Serikat terletak pada 24033’LU-70023’LU dan 172027’-66051’
BB. Negara ini berbatasan dengan Kanada di sebelah utara, Samudra Pasifik
di sebelah barat, Samudra Atlantik di sebelah timur serta Meksiko, Teluk
Meksiko, dan Kuba di sebelah selatan. Amerika Serikat juga memiliki negara
bagian yang terpisah dari daratan utamanya yaitu Alaska yang terletak di barat
laut Kanada.
b. Iklim
Wilayah Amerika Serikat sangat luas, dan memiliki beberapa jenis iklim.
Iklim yang ada di negara tersebut terdiri atas iklim kontinental, iklim sedang,
iklim mediteran, iklim subtropik, dan iklim dingin/kutub (Alaska). Secara
umum, Amerika Serikat mengalami empat musim, yaitu musim semi, panas,
gugur, dan dingin.
Suhu udara pada musim dingin dapat mencapai -300 C dan suhu pada musim
panas dapat mencapai 270C di kebanyakan wilayahnya. Pada bagian gurun
bisa mencapai 430C. Di Alaska, suhu udara lebih rendah karena letaknya dekat
kutub. Suhu di wilayah ini bisa mencapai -210C sampai -300C pada musim
dingin.
c. Bentuk Muka Bumi
Perhatikanlah peta Amerika Serikat. Tampak secara fisik wilayah Amerika
Serikat terdiri atas dua rangkaian pegunungan besar yaitu pegunungan Rocky
(Rocky Mountain) di bagian barat dan Pegunungan Appalachia di bagian
timur. Pegunungan Rocky memiliki beberapa puncak yang umumnya tidak
terlalu tinggi. Pegunungan Appalachia di bagian timur membentang hampir
sejajar Samudera Atlantik sejauh 2.400 km.
Sungai Mississippi (3.734 km) merupakan yang terpanjang kedua di AmerikaSerikat setelah Sungai Missouri (3.768 km). Di bagian utara yang berbatasan
dengan Kanada, terdapat sejumlah danau besar atau dikenal Great Lakes. Danau besar tersebut adalah Danau Michigan, Danau Huron, Danau Superior, Danau Erie, dan Danau Ontario.
d. Geologi
Amerika Serikat (AS) merupakan negara yang kaya akan sumber daya
geologi. Beberapa kekayaan alam tersebut adalah batu bara, minyak bumi,
tembaga, posfat, timah, dan besi. Kekayaan batu bara Amerika Serikat bahkan
mencapai seperlima atau 27 persen dari cadangan batu bara dunia. Beberapa
bahan tambang yang dihasilkan Amerika Serikat adalah uranium, bauksit,
emas, perak, merkuri, nikel, potash, besi, gas alam dan kayu-kayuan. Amerika
Serikat juga memiliki dataran yang sangat luas dan cukup subur. Dataran
tersebut banyak ditanami tanaman sereal, terutama jagung, dan dijadikan
daerah peternakan.
e. Flora dan Fauna
Pada saat bangsa Eropa datang ke Amerika Serikat, bagian timur negara
tersebut masih berupa hutan lebat. Di bagian utara atau di daerah pegunungan
banyak ditumbuhi pohon pinus. Di bagian tengah Amerika Serikat (Great
plains) terdapat padang rumput (prairie/steppa) yang sangat luas dari
perbatasan dengan Kanada di utara sampai sekitar teluk Meksiko di selatan.
Padang rumput tersebut berbatasan dengan gurun di bagian barat Amerika
Serikat. Di bagian tenggara dapat dijumpai hutan yang menggugurkan
daunnya setiap tahun (deciduous forest). Biasanya terdapat pohon mapel, elm,
dan ek (oak). Pohon-pohon konifer yang tinggi dan besar-besar (redwood)
banyak tumbuh di daerah pegunungan California.
Jenis fauna yang hidup di Amerika Serikat antara lain bison, antelop, dan
beruang di kawasan Midwest; domba dan rusa di kawasan pegunungan; puma
di pesisir pasifik; armadilo, selot, dan jaguar di kawasan barat daya; opossum,
aligator, buaya kardinal di kawasan selatan; dan karibu, beruang kutub, anjing
laut, serta paus di kawasan Alaska.
f. Keadaan Penduduk
Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia setelah China dan India yaitu mencapai 321,2 juta jiwa (WPDS, 2015). Penduduk aslinya adalah suku Indian yang menurut beberapa ahli
sejarah berasal dari Eurasia yang bermigrasi antara 65.000–25.000 tahun yang lalu. Migrasi terakhir terjadi sekitar 12.000 tahun yang lalu. Jumlah penduduk Indian sebelum kedatangan bangsa Eropa diperkirakan berkisar 2–8 juta jiwa.
Sebagaimanan negara maju lainnya, sebagian besar penduduk Amerika bekerja di luar sektor pertanian atau yang mengandalkan sumber dayaalam. Komposisi penduduk berdasarkan sektor pekerjaannya yaitu sektor manajerial, profesional, dan teknik (34,9%), penjualan dan perkantoran (25%),manufaktur, transportasi, dan keahlian (22,9%), sektor jasa lainnya (16,5%).Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya digeluti oleh sebagian kecil (0,7%) penduduknya (NationMaster, 2006).
3. Inggris
a. Lokasi
Inggris terletak pada 500 LU-600 LU dan 80 BB-20 BT. Posisinya berada
di Benua Eropa yang secara geografis berbatasan di utara dengan Samudra
Atlantik, di sebelah barat dengan Irlandia dan Samudra Atlantik, di sebelah
timur dengan Laut Utara, dan di sebelah selatan dengan Selat English Channel.
Luas wilayah Inggris mencapai 244.110 km2 meliputi wilayah England,
Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan sejumlah pulau kecil di sekitarnya.
Jarak dari utara sampai selatan wilayah Inggris mencapai 965 km dan jarak
dari timur ke barat mencapai 515 km.
b. Iklim
Karena posisi lintangnya, Inggris memiliki iklim sedang. Negara ini juga
dikelilingi lautan, sehingga memiliki iklim laut dengan ciri sejuk dan basah.
Karena itu, hampir sepanjang tahun Inggris mengalami hari-hari yang sejuk
dan dingin. Suhu udara tertinggi yang pernah tercatat mencapai 38,500 C pada
musim panas dan -26,100 C pada musim dingin. Walaupun demikian, rerata
suhu pada musim dingin antara 40–50C dan pada musim panas antara 120–
160C. Pantai barat bagian utara Inggris lebih hangat dibanding dengan wilayah
lainnya.
c. Bentuk Muka Bumi
Jika dilihat dari reliefnya, wilayah Inggris terbagi menjadi dua bagian,
yaitu wilayah yang bergunung-gunung di bagian utara dan dataran rendah
yang bergelombang di timur dan selatan. Perbedaan relief ini menunjukkan
adanya perbedaan usia batuan. Batuan berusia lebih tua berada di barat dan
utara, sedangkan batuan yang lebih muda berada di timur dan selatan.
d. Geologi
Inggris memiliki sumber daya geologi yang beragam, termasuk batu
bara yang sangat mendukung revolusi industri di Inggris. Selain itu, Inggris
juga memiliki sumber daya minyak bumi dan gas yang memasok kebutuhan
energinya selama abad ke-20. Energi panas bumi juga dimiliki Inggris dalam
jumlah terbatas. Beberapa sumber daya mineral yang tersedia di negara ini
adalah pasir dan kerikil untuk bangunan, logam, dan lempung.
e. Flora dan Fauna
Kegiatan pertanian dan industri di Inggris telah mengurangi luas area hutan alaminya. Akibatnya, sebagian flora dan fauna di Inggris telah berkurang populasinya dan bahkan beberapa di antaranya punah. Flora yang dapat dijumpai di Inggris adalah pohon ek dan elm, horse chestnut, spruce Norwegia, larch Jepang, dan fir Douglas. Fauna yang masih banya dijumpai adalah rusa merah Skoltlandia dan sekitar 400 burung termasuk rajawali emas dari Skotlandia dan belibis merah yang khas dari Inggris.
f. Kondisi Penduduk
Pada tahun 2015, penduduk Inggris mencapai 65,1 juta jiwa (WPDS,
2015). Angka pertumbuhan penduduknya hanya 0,4% atau tergolong rendah.
Sebagian besar tinggal di daerah perkotaan yang mencapai angka 80% dari
jumlah penduduknya. Kota London sebagai ibukota negara dihuni oleh sekitar
12% penduduk Inggris, sementara daerah bagian utara seperti Skotlandia,
Wales dan Irlandia Utara penduduknya jarang.
4. Australia
a. Lokasi
Lokasi Australia dapat kalian lihat pada pembahasan tentang Benua
Australia.
b. Iklim
Iklim di Australia bervariasi karena wilayahnya yang sangat luas. Australia
berada pada tiga wilayah lintang, yaitu wilayah lintang tropis, subtropis, dan
sedang. Wilayah Australia yang masuk lintang tropis berada pada 110LS-
23,50LS, lintang subtropis pada 23,50LS-350LS, dan wilayah lintang sedang
pada 350LS- 440LS. Dari arah tropis ke menuju lintang sedang suhu udaranya
terus menurun.
Wilayah Australia yang berada pada lintang tropis, suhu udaranya berkisar
antara 210C–270C. Curah hujan di wilayah tropis, khususnya yang dekat
dengan pantai jauh lebih besar dibandingkan daerah pedalamannya, paling
sedikit 1.000- 1.500 mm.
Di kawasan iklim lembap subtropis, suhu rata-rata tahunan antara 160C
dan 210 C. Rata-rata curah hujannya antara 500–1500 mm/tahun. Di kawasan
iklim sedang dan lembap, suhu tahunan berkisar antara 100C-160C. Curah
hujan bervariasi umumnya antara 250 – 1.000 mm/tahun.
Di samping iklim tersebut, terdapat iklim padang pasir. Sebagian pedalaman
Australia memiliki curah hujan yang sangat rendah, sehingga terdapat gurun
atau padang pasir yang sangat luas. Curah hujannya kurang dari 250 mm/
tahun, bahkan ada yang tidak hujan selama beberapa tahun. Suhu berkisar
antara 160C– 270C.
c. Bentuk Muka Bumi
Setidaknya terdapat empat bentukmukabumi di Australia, yaitu: DataranPantai (Coastal Plains), Dataran TinggiTimur (Eastern Highlands), DataranRendah Tengah (central lowlands) danPlato. Dataran pantai terdapat di bagian timur Australia yang memanjang dari Queensland sampai Victoria. Wilayah ini merupakan wilayah terpadat di Australia. Dataran Tinggi Timur atau disebut juga The Great Dividing Range terletak di bagian timur Australia. Wilayahnya memanjang sejauh 3.500 km dari Cape York Peninsula sampai Tasmania. Wilayah ini terdiri atas lembah atau jurang yang curam namun merupakan yang tersubur di Australia.
Wawasan
Dataran Rendah Tengah memiliki ciri sangat datar, ketinggian sekitar 200
m di atas permukaan laut, tersusun atas batuan berusia tua, sangat kering
dan sangat panas (memiliki gurun dan semi gurun). Dataran Rendah Tengah
meliputi 1/4 bagian dari Benua Australia.
d. Kondisi Geologi
Australia memiliki sejumlah potensi sumber daya alam seperti minyak dan
gas, bauksit, batu bara, bijih besi, intan, aluminium, tembaga, emas, mangan,
lithium, bijih mangan, posfat, nikel, vanadium, zinc, perak, dan uranium.
Produksi batu bara Australia merupakan yang terbesar kedua setelah Republik
Guinea dan urutan kelima di dunia sebagai produsen aluminium
e. Flora dan Fauna
Posisi geografis Australia yang terisolasi membuat negara ini memiliki keunikan flora dan faunanya. Sekitar 80persen dari tanaman bunga, mamalia,reptil, dan katak adalah khas Australia. Vegetasi yang umumnya ditemui di Australia adalah vegetasi yang telah beradaptasi dengan kondisi kering. Vegetasi yang dominan adalah rumput hummock yang umumnya berada di Australia Barat dan Australia Selatan dan Australia Utara. Pada wilayah Australia Timur, hutan eukaliptus lebih umum dijumpai. Di barat dapat dijumpai hutan akasia dan semak belukar.
Australia memiliki lebih dari 378 spesies mamalia, 828 spesies burung,
300 spesies kadal, 140 spesies ular, dan 2 spesies buaya. Beberapa yang
sangat terkenal dan menjadi simbol atau ikon Australia adalah kangguru,
wallabi, koala, dan setan tasmania (tasmanian devil). Selain itu, Australia juga
memiliki beberapa fauna asli seperti dingo, platypus, currawong, angsa hitam,
kookaburra, dan lybird. Fauna lainnya adalah ular yang banyak ditemukan
di Australia.
f. Kondisi Penduduk
Jumlah penduduk Australia mencapai 23,9 juta (WPDS, 2015) dengan angka pertumbuhan mencapai 1,15%. Jumlah penduduk Australia tersebut relatif kecil jika dibandingkan luas Australia yang sangat besar. Kepadatan penduduk Australia hanya 3,1 orang/km2. Sekitar 89% penduduknya tinggal di daerah perkotaan. Penduduk asli Australia adalah Suku Aborigin. Penduduk lainnya adalah pendatang dari berbagai negara dan benua. Rata-rata ada 393 pendatang atau imigran per hari ke Australia. Struktur penduduk Australia berdasarkan usia menunjukkan bahwa 18,3% penduduknya berada di bawah usia 15 tahun, 67,7% berusia 15-64 tahun dan 14% berusia 65 tahun atau lebih. Ini menunjukkan angka ketergantungan sebesar 20,7%.
5. Mesir
a. Lokasi
Mesir terletak pada 250BT- 360BT dan 220LU–320LU. Secara geografis, Mesir terletak di Afrika Utara dengan posisi sebagian negaranya menghadap Laut Mediterania dan Laut Merah. Negara ini berbatasan di utara dengan Laut Mediterania, di sebelah barat dengan Libya, di sebelah selatan berbatasan dengan Sudan, dan di sebelah timur dengan Laut Merah. Luas wilayah mencapai 1.500.000 km2.
b. Iklim
Mesir memiliki iklim subtropis dan gurun. Hanya ada dua musim utama di Mesir yaitu musim panas yang sangat panas (hot summer) dan musim dingin yang ringan (mild winter). Musim panas berlangsung dari Mei sampai Oktober, sedangkan musim dingin berlangsung dari November sampai April.
Di wilayah ini, pada musim dingin suhu udara berkisar antara
9,50C sampai 230C, sedangkan pada musim panas antara 170C sampai 320C. Di
daerah pedalaman Mesir suhu udara dapat mencapai lebih dari 400C ada siang
hari. Seperti di daerah gurun lainnya, suhu udara dapat berbeda jauh antara
siang dan malam. Di wilayah gurun, siang hari di musim panas suhunya dapat
mencapai 430C dan malam hari mencapai 70C, sedangkan pada musim dingin,
suhu siang hari mencapai sekitar 180C dan malam hari dapat mencapai 00C.
c. Bentuk Muka Bumi
Sebagian besar wilayah Mesir merupakan gumuk pasir (sand dunes) yang
terletak pada wilayah yang rendah antara gurun Bagian Barat dan Gurun
Lybia. Walaupun demikian ada beberapa bentuk muka bumi utama yang dapat
dijumpai di wilayah Mesir, yaitu:
1). Semenanjung Sinai
Semenanjung Sinai terletak di sebelah timur Terusan Suez dan berbatasan
dengan Israel. Semenanjung Sinai terdiri atas dataran tinggi dan
pegunungan.
2). Gurun Arabia
Daerah ini merupakan pegunungan yang kasar, sangat tandus dan
bergelombang. Posisinya terletak antara Sungai Nil dan Pegunungan di
tepi Laut Merah. Puncak tertingginya adalah Jabel Hemada (1977 m).
3). Gurun Libya
Gurun Libya merupakan sebuah permukaan daratan yang letaknya lebih
rendah dari permukaan laut (Depresi Kontinental). Posisi Gurun Libya
berada di sebelah barat dari Sungai Nil.
4). Lembah Sungai Nil
Lembah Sungai Nil merupakan dataran rendah yang sangat subur. Karena
itu, lembah Sungai Nil menjadi pusat aktivitas pertanian, penduduk,
sumber air bersih dan irigasi. Sekitar 98 persen penduduk Mesir tinggal
di Lembah Sungai Nil. Sungai Nil memiliki panjang 5.600 km dan
menjadikannya sebagai sungai terpanjang di dunia.
d. Geologi
Mesir memiliki sumber daya alam berupa minyak dan gas, bijih besi,
posfat, mangan, lempung, gipsum, talk, asbes, timah, emas, dan zinc. Gurun
Mesir menyediakan pasokan garam yang berlimpah.
e. Flora dan Fauna
Mesir tidak memiliki hutan. Flora yang umumnya tumbuh di Mesir
merupakan pohon daerah kering tropis dan subtropis seperti pohon lontar
(papyrus), palma, kayu putih (eucalyptus), akasia, dan semacam pohon cemara
(cypress). Fauna yang umum dijumpai adalah domba, unta, dan keledai. Selain
itu, Mesir memiliki sekitar 300 jenis burung. Hanya sedikit ditemui binatang
liar seperti Hiena, Jakal, Lynx, luwak, dan babi liar. Sejenis kambing hutan
dapat dijumpai di Sinai. Reptil berupa buaya dan ular juga dapat dijumpai
dilembah Sungai Nil. Selain itu, berbagai jenis ikan dapat dijumpai di
Sungai Nil.
f. Penduduk
Jumah penduduk Mesir mencapai 89,1 juta jiwa (WPDS, 2015). Sekitar
43 persen penduduknya tinggal di daerah perkotaan dan sekitar 2/3 dari
penduduk tinggal di daerah delta dan lembah sungai yang subur. Para petani
tradisional Mesir disebut felllahin. Penduduk Mesir dapat dibedakan menjadi
tiga kelompok utama, yaitu:
1. Orang Nubian dengan ciri kulit hitam, umumnya ada di selatan
2. Orang Hamit dengan ciri kulit putih dan merupakan pendiri Mesir kuno
3. Orang Arab
Sebagian besar (90%) penduduk mesir beragama Islam, sisanya sekitar
10% beragama Kristen. Karena itu, konstitusi Mesir berdasarkan pada hukum
Islam.
C. Dinamika Penduduk Benua-benua di Dunia
1. Dinamika Penduduk Asia
Berdasarkan data World Population Data Sheet (WPDS), pada tahun 2005 jumlah penduduk Asia mencapai 3.921.000.000 jiwa. Jumlah tersebut bertambah menjadi 4.397.000.000 pada tahun 2015. Ini berarti penduduk Asia bertambah sebesar 476 juta jiwa dalam kurun waktu 10 tahun. Penduduk Asia tersebar tidak merata. Beberapa negara di Asia merupakan negara dengan penduduk terbesar di dunia, seperti China, India, dan Indonesia. Wilayah dengan jumlah dan kepadatan penduduk tinggi terlihat di Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Selatan. Wilayah pedalaman Asia relatif lebih jarang penduduknya.
Dilihat dari komposisi berdasarkan usia, sebesar 25 persen penduduk Asia
berusia di bawah usia 15 tahun dan sebesar 8 persen berusia 65 ke atas.
Penduduk Asia berusia antara 15 sampai 65 tahun sebesar 67 persen. Ini
berarti sebagian besar penduduk Asia tergolong usia produktif. Penduduk usia
produktif adalah penduduk berusia antara 15 sampai 65 tahun (WPDS, 2015).
Laju pertumbuhan penduduk Asia mencapai 1.5% per tahun. Walaupun
begitu, persebaran dan pertumbuhan-penduduknya tidak merata di setiap
kawasan. Contoh, Yaman, Suriah, Arab Saudi, Laos, dan Yordania merupakan
negara-negara dengan pertumbuhan tinggi, yaitu di atas 2,5%.
Penduduk Asia memiliki kualitas yang dapat dilihat dengan menggunakan
ukuran Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia
(IPM). Human Development Index (HDI) merupakan gabungan dari indikator
Angka Harapan Hidup sejak Lahir (Life Expectancy at Birth), pendidikan, dan
pendapatan per kapita. Jika suatu negara memiliki skor HDI yang tinggi, maka
penduduk negara tersebut menunjukkan angka harapan hidup yang lebih
panjang, lama pendidikan yang lebih lama (rata-rata pendidikannya tinggi),
dan pendapatan per kapita yang lebih tinggi.
Dilihat dari komposisi berdasarkan ras, penduduk di Benua Asia terdiri atas
tiga ras utama yaitu Ras Mongoloid, Ras Kaukasoid, dan Ras Negroid. Tipe
ras tersebut telah bercampur baur sehingga mengalami proses asimilasi antara
satu dan lainnya. Dalam wilayah tertentu masih terdapat ras yang dominan
sebagai berikut.
a. Asia Utara dan Asia Tengah mayoritas adalah ras Kaukasoid atau ras
Europoid.
b. Asia Timur dan Asia Tenggara sebagian besar adalah ras Mongoloid.
c. Asia Selatan bagian tengah didominasi ras Kaukasoid.
d. Asia Selatan bagian selatan didominasi ras Negroid, misalnya suku bangsa
Dravida di India Selatan dan Srilanka.
e. Asia Barat (Timur Tengah) bagian selatan, khususnya negara-negara di
Semenanjung Arab (Yaman, Oman), didominasi ras Negroid.
f. Asia Kecil, Asia Barat (Timur Tengah) bagian utara didominasi ras
Kaukasoid/Europo id dan ras Negroid.
Asia memiliki budaya yang sangat beragam. Asia merupakan tempat
lahirnya agama-agama besar di dunia, seperti Hindu, Sikh, konfusianisme,
Taoisme, Shinto, Buddha, Islam, Kristen, dan Yahudi (Judaism). Agamaagama
yang lahir di Asia kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Asia dan
dunia.
Selain agama, Benua Asia juga memiliki banyak bahasa. Kebanyakan negara
di Asia memiliki lebih dari satu bahasa asli atau pribumi. Sebagai contoh, di Indonesia terdapat sekitar 600 bahasa asli atau daerah, Filipina terdaat 100 bahasa daerah dan 1.683 bahasa asli atau daerah di India.
2. Dinamika Penduduk Amerika
Penduduk Benua Amerika pada tahun 2005 mencapai angka 888.000.000 jiwa sedangkan pada tahun 2015 mencapai 987.000.000 jiwa. Ini berarti terjadi pertambahan penduduk sebesar 99.000.000 jiwa dalam kurun waktu 10 tahun. Laju
pertumbuhan penduduk Benua Amerika tergolong rendah, yakni 0,9% per tahun.
Konsentrasi penduduk Amerika berada di bagian timur dan barat Amerika Serikat, Amerika Tengah dan Karibia, serta bagian barat dan timur Amerika Selatan. Bagian tengah Benua Amerika umumnya lebih rendah kepadatan penduduknya. Demikian halnya dengan wilayah paling utara dan paling selatan. Kedua wilayah tersebut mendekati kutub utara dan
kutub selatan.
Komposisi penduduk Amerika berdasarkan usia menunjukkan bahwa
sebesar 24 persen dari penduduknya berusia kurang dari 15 tahun dan sekitar 10
persen berusia 65 tahun atau lebih. Ini berarti sebesar 34 persen penduduknya
termasuk penduduk usia tidak produktif. Selebihnya atau sebesar 66 persen
merupakan penduduk usia produktif.
Benua Amerika memiliki kualitas penduduk yang bervariasi. Negara yang
memiliki kualitas penduduk yang tinggi di antaranya adalah Amerika Serikat,
Kanada, Argentina, dan Chile. Negara dengan kualitas penduduk yang tinggi
adalah Meksiko, Brazil, dan sejumlah negara Amerika Latin lain. Negara
dengan kualitas penduduk sedang adalah Paraguay, Bolivia.
Suku Indian merupakan peduduk asli Amerika. Namun jumlah mereka
terus menyusut karena terdesak perkembangan orang-orang kulit putih yang
berdatangan ke Amerika sejak abad ke-15. Penduduk asli lainnya adalah suku
Eskimo. Penduduk pendatang berasal dari berbagai benua yang terdiri atas
tiga ras utama, yaitu Ras Negroid dari Afrika, ras Mongolia dari Asia, dan ras
Kaukasoid yang berkulit putih dari Eropa. Dalam perkembangannya penduduk
pendatang dan penduduk asli saling berbaur hidup bersama sehingga dapat
dijumpai adanya penduduk campuran.
Budaya Amerika dapat dibedakan secara umum menjadi:
1) Amerika Utara
terdiri atas Amerika Serikat dan Kanada. Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan budaya yang sangat beragam. Budayanya dibentuk oleh budaya asli Amerika, Amerika Latin, Afrika dan Asia. Bahkan, budaya Amerika mempengaruhi budaya diwilayah lainnya di dunia. Bahasa utama yang digunakan penduduknya adalah
Bahasa Inggris. Walaupun demikian, penduduk Amerika menggunakan juga
Bahasa Spanyol, Mandarin, Perancis, dan Jerman. Bahkan, Biro Sensus
Amerika memperkirakan lebih dari 300 bahasa digunakan di Amerika Serikat.
Amerika Utara terdiri atas Amerika Serikat danKanada. Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan budaya yang sangat beragam. Budayanya dibentuk oleh budaya asli Amerika, Amerika Latin, Afrika dan Asia. Bahkan, budaya Amerika mempengaruhi budaya di wilayah lainnya di dunia. Bahasa utama yang digunakan penduduknya adalah Bahasa Inggris. Walaupun demikian, penduduk Amerika menggunakan juga Bahasa Spanyol, Mandarin, Perancis, dan Jerman. Bahkan, Biro Sensus Amerika memperkirakan lebih dari 300 bahasa digunakan di Amerika Serikat.
2)Amerika Selatan
atau Amerika Latin. Beberapa budaya menunjukkan adanya perbedaan.
Dilihat dari agamanya, penduduk Amerika Selatan didominasi oleh agama
Katolik Roma. Selebihnya menganut agama Kristen Protestan, Hindu, Islam,
Animisme dan Shamanisme. Bahasa Portugis dan Spanyol merupakan bahasa
utama di Amerika Selatan. Selain itu, terdapat pula bahasa lainnya, seperti
Aymara di Bolivia, Wayuu di Venezuela dan Kolombia, dan beberapa bahasa
lainnya. Musik dan tari juga menjadi ciri budaya Amerika Selatan terutama
tarian Samba dari Brazil, Tango dari Argentina dan Uruguay, dan Cumbia dari
Colombia.
3. Dinamika Penduduk Eropa
Pada tahun 2005 jumlah penduduk Eropa mencapai 730.000.000 jiwa. Pada tahun 2015, angka tersebut bertambah menjadi 742.000.000 jiwa. Ini berarti terjadi penambahan sebesar 12.000.000 jiwa dalam kurun waktu 10 tahun.
Pertambahan penduduk Eropa yang relatif lebih rendah tidak lepas dari angka kelahiran yang lebih kecil dari dua benua sebelumnya, yaitu Amerika dan Asia. Angka kelahiran hanya 11 jiwa per 1.000 penduduk dan angka kematian juga sama yaitu 11 kematian tiap 1.000 penduduk. Bertambahnya penduduk Eropa disumbang dari migrasi masuk ke Eropa dari benua lainnya. Laju pertumbuhan penduduk Eropa sangat rendah bahkan kurang dari 1%, yaitu hanya 0,2% per tahun. Penduduk Eropa tersebar di sejumlah wilayah. Umumnya konsentrasi penduduk berada di Eropa Utara, Selatan, dan Barat. Konsentrasi penduduk tampak pada kota-kota besar dan sekitarnya, seperti Amsterdam, Brussel, London, Madrid, dan Warsawa. Di Jerman, konsentrasi penduduk tidak hanya
sekitar pantai tetapi juga sampai pedalaman mengingat banyak kota dan
industri yang dibangun sampai ke daerah pedalaman benua. Demikian halnya
dengan Kota Madrid yang berada jauh di pedalaman, memiliki konsentrasi
penduduk yang tinggi.
Penduduk Eropa menunjukkan bahwa sebesar 16 persen kurang dari
15 tahun dan sebesar 17 persen berusia 65 tahun atau lebih. Ini berarti 33
persen penduduk Eropa termasuk kategori tidak produktif. Sebesar 67 persen
penduduknya berusia antara 15 tahun sampai 65 tahun dan termasuk penduduk
kelompok produktif.
Penduduk Eropa umumnya memiliki kualitas hidup sangat tinggi dan
tinggi. Negara di Eropa dengan kualitas penduduk sangat tinggi umumnya
berada di Eropa Barat, Utara, dan Selatan, sedangkan untuk Eropa timur
kualitasnya tergolong tinggi. Negara dengan kualitas penduduk sangat tinggi
di antaranya Inggris, Jerman, Perancis, dan Spanyol. Negara dengan kualitas
penduduk tinggi di antaranya adalah Rumania, Ukraina, dan Bulgaria.
Penduduk Eropa sangat beragam, namun sebagian besar penduduknya
termasuk keturunan induk bangsa Kaukasoid yang terbagi menjadi beberapa
suku bangsa. Berdasarkan ras dan ciri fisiknya, penduduk Eropa dikelompokkan
menjadi lima suku bangsa, yaitu sebagai berikut.
a. Bangsa Nordik, ciri fisik suku bangsa ini memiliki rambut pirang, mata
biru, tengkorak panjang, dan muka sempit. Mereka banyak tinggal di
Eropa Barat dan Eropa Utara, yaitu Norwegia, Inggris, Denmark, Belanda,
Swedia, Belgia, dan Jerman bagian utara.
b. Bangsa Alpen, ciri fisik memiliki rambut hitam, mata hitam, tengkorak
lebar, dan tidak terlalu tinggi. Suku bangsa ini banyak terdapat di Eropa
Tengah dan Eropa Selatan, yaitu Perancis, Swiss, Polandia, Austria, dan
Jerman bagian selatan.
c. Bangsa Mediteran, ciri fisik memiliki rambut hitam, mata hitam, badan
dan tengkorak menyerupai bangsa Nordik, terdapat di kawasan Eropa
Selatan, yaitu Yunani, Italia, Portugis, dan Spanyol.
d. Bangsa Slavia, ciri fisik menyerupai bangsa Alpen. Mereka banyak tinggal
di Eropa Timur yaitu Kroasia, Bulgaria, Serbia, Montonegro, Ceko, Rusia,
Ukraina, dan Slovakia.
e. Bangsa Dinarik, ciri memiliki rambut gelap dan banyak terdapat di
Rumania.
Penduduk Eropa menganut beragam agama. Agama dengan jumlah pemeluk
terbanyak ialah Katolik Roma tersebar di Perancis, Spanyol, Portugal, Italia,
Irlandia, Belgia, Jerman bagian selatan, dan Polandia. Kelompok terbesar
kedua ialah Kristen Protestan yang sebagian besar berada di negara-negara
Eropa Utara dan Eropa Tengah seperti Inggris, Skotlandia, Jerman bagian
utara, Belanda, dan negara-negara Skandinavia. Kelompok terbesar ketiga
adalah pemeluk Kristen Ortodoks yang umumnya tinggal di Rusia, Ukraina,
Belarusia, Yunani, Bulgaria, Rumania, serta Serbia dan Montenegro.
Hampir di setiap negara Eropa terdapat banyak komunitas pemeluk Yahudi
dengan jumlah terbanyak di Rusia. Agama Islam banyak dianut oleh penduduk
Eropa Timur. Di Bosnia dan Albania, Islam merupakan agama dengan jumlah
pemeluk terbanyak, sedangkan di negara Jerman, Perancis, dan Belanda, Islam
menjadi agama dengan jumlah pemeluk terbanyak kedua.
Benua Eropa memiliki banyak ragam bahasa dan kebanyakan negara
memiliki setidaknya satu bahasa resmi. Bahasa Inggris merupakan bahasa di
Eropa yang kemudian menjadi bahasa internasional. Namun, masing-masing
negara di Eropa memiliki bahasanya sendiri.
Selain bahasa, Eropa memiliki ragam budaya dalam bentuk seni dan
makanan. Karya seni masyarakat Eropa telah lama berkembang, bahkan
sejak zaman prasejarah dalam bentuk lukisan gua dan lukisan batu. Periode
berikutnya adalah periode Klasik, Bizantium, Abad Pertengahan, Gotik,
Renaisance, Barok, Rokoko, Neoklasik, Modern, dan Paskamodern. Sumber
budaya Eropa adalah Yunani dan Romawi. Dalam bidang ilmu pengetahuan,
Eropa sangat terkemuka, khususnya bidang filsafat.
4. Dinamika Penduduk Afrika
Pada tahun 2015, jumlah penduduk Afrika mencapai 1.171.000.000 jiwa
(WPDS, 2015). Angka tersebut bertambah sebesar 265.000.000 jiwa dari
jumlah penduduk tahun 2005 yang berjumlah 906.000.000 jiwa.
Besarnya angka pertambahan penduduk tersebut tidak lepas dari tingginya
angka kelahiran di Afrika yang mencapai angka 36 tiap 1000 penduduk. Angka
kematian penduduk Afrika juga besar yaitu mencapai 10 jiwa tiap 1.000 penduduk. Namun, angka kematian tersebut jauh di bawah angka kelahiran.
Sebaran penduduk Benua Afrika juga tidak merata. Wilayah tertentu hampir tidak berpenghuni yaitu di wilayah gurun. Wilayah dengan kepadatan tinggi terdapat di bagian utara Afrika Utara, sebagian Afrika Barat, bagian timur Afrika Selatan, sepanjang lembah Sungai Nil dan seterusnya. Wilayah dengan kepadatan rendah terdapat di Gurun Sahara dan bagian tengah Tengah Afrika.
Kualitas penduduk Afrika umumnya relatif rendah. Berdasarkan kriteria
Human Development Index (HDI), tidak ada satu negara pun yang memiliki
kualitas penduduk yang tergolong sangat tinggi (lihat Gambar 1.39). Beberapa
negara memiliki kualitas penduduk yang tinggi seperti Aljazair dan Tunisia.
Negara yang kualitas penduduknya tergolong sedang antara lain Mesir, Afrika
Selatan, dan Namibia. Negara dengan kualias penduduk rendah di antaranya
adalah Sudan, Ethiopia, Kenya, dan Chad.
Secara garis besar penduduk Afrika digolongkan menjadi
empat kelompok besar sebagai berikut.
a. Ras Negro yang mendiami sebelah selatan Gurun Sahara merupakan
penduduk mayoritas. Ras negro ini terdiri atas beberapa suku bangsa
seperti Suku Masai, Suku Kikuyu, Suku Zulu, Suku Sudan, dan Suku
Bantu.
b. Ras Kaukasoid dari keturunan Arab yang mendiami Afrika Utara. Ras
ini terdapat di sepanjang pantai Laut Tengah dan terdiri atas dua suku
bangsa yaitu suku bangsa Semit dan suku bangsa Hamid.
c. Ras Kaukasoid dari keturunan Eropa dengan kulit putih, keturunan
Eropa ini jumlahnya sedikit dan banyak tinggal di Afrika Selatan.
d. Suku pribumi merupakan penduduk asli yang banyak tinggal di
daerah-daerah pedalaman. Suku pribumi terdiri atas Suku Pygmy di
hutan Kongo, Suku Bushman di Gurun Kalahari, dan Suku Hottentot di
Afrika Selatan.
Seperti halnya benua Asia dan benua lainnya, Benua Afrika juga memiliki
budaya yang sangat beragam. Keragaman tersebut tidak hanya terlihat
antarnegara tetapi dalam suatu negara. Bersamaan dengan masuknya imigran
dari Arab, budaya Afrika kemudian berkembang. Demikian halnya dengan
masuknya budaya Eropa.
Penduduk Afrika menganut beragam agama. Di kawasan Afrika Barat
dan Utara, Islam menjadi agama yang dominan. Di kawasan Afrika Selatan,
jumlah pemeluk agama Kristen lebih banyak dibandingkan Islam dan Hindu.
Di kawasan Afrika Tengah, jumlah terbanyak ialah penganut kepercayaan
animisme. Adapun di kawasan Afrika Timur, penganut Islam dan kepercayaan
animisme hampir sama banyaknya. Agama lain yang dianut oleh penduduk
Afrika ialah Yahudi, dan Katolik Roma.
Budaya Afrika dapat dilihat dalam wujud seni, bahasa, dan agama. Karya
seni dapat berupa ukiran kayu, kerajinan dari kulit, dan alat musik. Kerajinan
patung biasanya menggunakan tema pasangan laki dan perempuan, perempuan
dan anaknya, laki-laki dengan senjata dan binatang dan orang asing. Musik
dan tari penduduk asli Afrika yang menggunakan tradisi lisan yang berbeda
dengan musik dan tari dari penduduk pendatang dari Arab. Penduduk asli,
khususnya di wilayah sub Sahara menekankan pada nyanyian karena nyanyian
berfungsi sebagai cara komunikasi. Dalam perkembangannya, budaya barat
juga mempengaruhi budaya Afrika.
Benua Afrika memiliki keragaman bahasa yang sangat tinggi. Namun
terdapat bahasa utama yang digunakan yaitu Arab, Swahili, dan Hausa.
Diperkirakan jumlah bahasa yang digunakan mencapai 1.500-2.000 bahasa.
Dari jumlah tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu:
a. Afro-Asiatika, meliputi Afrika bagian utara, jumlahnya sekitar 200
bahasa.
b. Nilo-Saharan, mencakup wilayah Tengah dan Timur Afrika, jumlahnya
mencapai sekitar 140 bahasa.
c. Congo-Saharan (Niger-Congo), mencakup dua pertiga Afrika sebagai
cabang utama Niger-Congo, jumlahnya mencapai 1000 bahasa dengan
200 juta penutur. Bahasa Bantu di Tengah, Selatan dan Timur Afrika
membentuk sub-kelompok dari cabang Niger-Congo.
d. Khoisan, mencakup bagian barat Afrika Selatan, jumlahnya sekitar 30
bahasa.
Sangat membantu
BalasHapusterima kasih,
BalasHapusArtikel ini sangat membantu
Banyak bat bang
BalasHapus